Pantai Pancer - Puger Jember

    PANTAI PANCER 

    Begitu kebanyakan orang memanggilku. 

     Aku pantai selatan yang bertempat di Kecamatan Puger Kabupaten Jember Povinsi Jawa Timur. Tak jarang orang tahu tentangku, karna selama ini aku merasa kurang diperhatian oleh pemerintah setempat. Sehingga aku kelihatan kumuh dan banyak sampah berserakan di sekitarku. Memang sesakali aku diperhatikan dan dibersihkan. Tapi, upaya itu masih belum maksimal dan membuat aku masih kelihatan kumuh dan penuh dengan sampah.

    Sehingga sering dari mereka yang pernah mengunjungiku memandang sebelah mata karna selain pasirku yang hitam, mereka juga kesal melihat pemandangan yang sebagus ini harus diganggu dengan hiasan sampah yang begitu meresahkan. Namun banyak juga dari mereka yang berkomentar, aku cantik, namun aku tersisih. Aku cantik namun aku dibilang kurang menarik. Aku cantik namun dipandang sebelah mata karna pasirku hitam.

    Tapi sejak beberapa tahun ini hatiku senang sekali karna aku sudah mulai diperhatikan, walau sedikit demi sedikit dalam hal pengembangan pariwisata saja. Iyah, mendinglah dari pada tidak diperhatikan sama sekali. Walau sebenarnya dalam hati aku selalu berharap bahwa pihak pemerintah setempat memprioritaskan masalah kebersihan terkait sampah yang tak kunjung habis. Entah mereka tak peduli, atau sudah capek habis dibersihkan ada lagi dan ada lagi. Sebenarnya jika mereka mau serius menangani hal ini, saya rasa itu hal yang mudah dilakukan oleh pemerintah sebagai pemangku kekuasaan. Namun, apalah daya diriku hanya sebatas penghuni saja.

    Bahkan mereka tak pernah mengajakku diskusi, apa yang menjadi sebab semua sampah itu terus ada meski sudah dibersihkan beberapa kali. Jika mereka bertanya, aku bisa menjelaskan sedikit pokok masalah yang terjadi di sini. Siapa tahu bisa menjadi solusi pemecahan masalah terkait hal ini. Karna aku memang si Pantai Selatan penghuni kawasan ini. Iyah abaikan dulu itu semua, kita kembali fokus kepada potensi yang kumiliki dulu.

    Memang aku bertempat agak jauh dari keramaian, tak sedikit yang memandangku sebalah mata, namun apa kau tak ingin berdiam di sini untuk beberapa saat saja untuk nikmati alam sekitar ? kau bisa kusuguhkan SABANA, SUNRISE, SUNSET, OMBAK dan BEBATUAN menarik dalam satu nuansa kedamaian.

    Aku adalah produk wisata yang tertinggal karena tak terkelola dengan baik, aku juga hidup di warga yang kurang mengerti betapa menguntungkannya jika aku dirawat bersama, sehingga menjadikan aku kelihatan lebih cantik dan menarik, tidak lagi terlihat kumuh dan juga tidak lagi banyak sampah yang berserakan diskitarku, bahkan seandainya warga mengerti betapa menguntungkannya aku, mereka bisa menambah pendapatan dari aku lewat Hotel, Kedai, atau bahkan Jual Ikan Bakar hasil tangkapan mereka.  

    Memang pemerintah setempat mulai memperhatikan potensi besar yang kumiliki, tapi upaya itu kurang maksimal menurut apa yang selama ini aku perhatikan. Dari kurang konsistennya mereka dalam menggarap sebuah proyek pariwisata, bahkan untuk penataan dan manajemen strategi jangka panjang, saya masih belum melihatnya. Semua terkesan hanya membangun, ambil untung, dan selesai. Tanpa melihat aspek apa yang akan mempengaruhi ramainya pengunjung, dampak apa yang akan terjadi, lalu apa solusi untuk menyelesaikan hal itu. Semua harus dipikirkan dan ditata sejak awal, dan tentunya saya paham juga pemerintah tidak bisa serta merta fokus hanya di sini saja. Oleh karnanya ajak masyarakat bergabung dalam pengembangan ini. Baik mereka perorangan maupun mereka yang berada di bawah naungan kelompok bersama maupun komunitas. Tidak hanya satu orang atau satu komunitas atau kelompok saja, tapi sertakan semua komunitas dan kelompok yang masih aktif untuk ikut andil di dalamnya dibawah naungan pemerintah setempat sebagai pembina, pendamping, sekaligus pelaksana. Semua wacana ini akan lebih meringankan pemerintah setempat dalam mengemban sebuah amanah untuk memajukan sebuah desa, karna tugas itu tidak dipikul sendiri tapi semua itu juga dipikir dan dipikul oleh semua orang yang juga merasa berkeinginan memajukan  desanya. Bahkan hal ini, sangat sejalan dengan tradisi kita sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki kekuatan sosial yang sangat kuat dan mengakar, bahkan kurasa sampai menjadi identitas sebuah Bangsa, yakni Tradisi Gotong Royong. 

    Jika semua itu berjalan rapi dari bawah sampai ke atas dengan di barengi koordinasi yang bagus antara pihak Pemerintah Desa, Kecamatan, sampai ke Kabupaten bahkan sampai ke tingkat Provinsi. Jika semua itu berjalan dengan baik dan rapi sesuai dengan misi besar yang sudah tergambar, saya rasa potensi besar yang kumiliki ini, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat daerah, bahkan saya melihat potensi itu jauh lebih besar dan sangat luas lagi jangkauannya.

    Sambil menunggu mimpi besar itu datang, mari kita selalu berdoa dan tetap yakin suatu hari nanti cita-cita ini akan terwujud, karena Aku adalah Kebanggan Masyarakat Puger Jember Selatan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehidupan Nelayan Puger Jember

Kebijakan Yang Kurang Bijak